Connect with us

Auto Review

Hongqi E-HS9 Kendaraan Listrik Kenegaraan Yang Siap Masuk Pasar Global

Autoplus.id, Jakarta — Hongqi merupakan kendaraan kenegaraan yang dulunya dipergunakan untuk mengangkut para pemimpin China, kini Hongqi mengubah dirinya menjadi merek luxury yang memperluas jejaknya ke pasar global lewat kendaraan listrik. E-HS9 menjadi langkah pertama Hongqi di Indonesia, sekaligus ujian apakah warisan 68 tahun itu masih berarti bagi konsumen yang tidak mengenal sejarahnya.

Hongqi, yang berarti “bendera merah”, dikembangkan sebagai bagian dari upaya China membangun kemampuan industri otomotifnya sendiri dan kemudian tumbuh menjadi merek yang sangat dekat dengan kehidupan kenegaraan, membawa para pemimpin serta tamu penting negara dalam kendaraan yang pada masanya menjadi simbol kemampuan industri China.

Lebih dari enam dekade warisan itu hadir dalam bentuk yang jauh berbeda, kini Hongqi tidak lagi berbicara tentang sedan kenegaraan, tetapi tentang SUV, kendaraan listrik, teknologi, dan pasar global yang jauh lebih terbuka serta kompetitif.

Di Indonesia, perubahan itu mengambil bentuk Hongqi E-HS9, sebuah flagship full-size electric SUV yang diperkenalkan sebagai model pertama merek tersebut di pasar Tanah Air melalui Indomobil Group pada Agustus 2026. Perubahan bentuk itu sekilas terlihat sederhana, dari sedan menjadi SUV dan dari mesin pembakaran menuju motor listrik, tetapi perjalanan Hongqi menunjukkan transformasi yang jauh lebih besar.

Hongqi memperoleh sebagian besar maknanya dari kedekatan dengan negara kini harus membangun nilai melalui produk dan teknologi, sekaligus meyakinkan konsumen di luar China bahwa warisan yang dibawanya tetap memiliki arti ketika mobil bukan lagi sekadar simbol kekuasaan, melainkan bagian dari pilihan konsumsi sehari-hari.

Hongqi pertama kali diperkenalkan pada 1958 dan kemudian berkembang menjadi salah satu simbol penting industri otomotif China. Dalam sejarah yang dipublikasikan Hongqi Indonesia, mobil tersebut lahir dari upaya membangun kendaraan yang diproduksi secara mandiri di dalam negeri, sebelum akhirnya berkembang menjadi kendaraan yang digunakan para pemimpin negara dan tamu asing penting. Salah satu model paling ikonik adalah Hongqi CA770 yang kemudian dikenal sebagai national car.

Sedan tiga baris itu menjadi bagian dari sejarah pemerintahan China selama bertahun-tahun, ketika kepemilikan dan penggunaan kendaraan tidak sekadar berbicara mengenai mobilitas, tetapi juga mengenai status serta kemampuan negara dalam membangun produk industrinya sendiri.

Posisi tersebut membuat perjalanan Hongqi berbeda dari kebanyakan merek otomotif. Ketika sebuah kendaraan digunakan untuk mengangkut pemimpin negara, identitas produk tidak lagi berdiri sendiri karena melekat dengan identitas negara yang memproduksinya. Dalam konteks itu, Hongqi pernah menjadi semacam etalase bergerak dari ambisi industrialisasi China, meski posisi tersebut tidak selamanya menjamin keberlangsungan sebuah merek.

Ketika produsen asing semakin kuat memasuki pasar China, Hongqi menghadapi periode panjang ketika citranya mulai tertinggal dan penjualannya merosot. Kantor berita Reuters, dalam laporan yang diterbitkan pada 11 Desember 2025 dengan judul “Hongqi, Mao’s national car, rejuvenates its brand and takes aim at overseas markets”, mencatat penjualan Hongqi pernah berada di bawah 5.000 kendaraan pada 2017, sebelum kemudian mengalami kebangkitan yang sangat besar.

Angka tersebut menjadi salah satu penanda paling jelas mengenai perubahan yang terjadi di tubuh Hongqi. Reuters melaporkan bahwa dari penjualan kurang dari 5.000 kendaraan pada 2017, Hongqi berhasil mencapai sekitar 412.000 kendaraan pada 2024, meningkat 17,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan tumbuh jauh lebih cepat daripada rata-rata industri otomotif China yang tercatat 5,8 persen pada periode tersebut.

Kebangkitan itu tidak berlangsung hanya dengan mempertahankan formula lama. Di bawah FAW, perusahaan otomotif milik negara yang menaungi Hongqi, lini produknya diperluas dan desainnya dimodernisasi, termasuk melalui keterlibatan Giles Taylor, mantan kepala desain Rolls-Royce. Portofolio yang sebelumnya lekat dengan sedan kemudian berkembang mencakup SUV dan kendaraan listrik, sementara Hongqi mencoba membangun citra baru sebagai merek luxury yang dapat diterima oleh konsumen generasi lebih muda.

Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa Hongqi tidak sekadar menghidupkan kembali sebuah merek lama, tetapi sedang mengubah alasan mengapa seseorang membeli mobil dengan lambang merah tersebut. Jika dahulu kedekatan dengan negara menjadi bagian penting dari nilai simboliknya, kini desain, teknologi, pilihan model, dan kemampuan mengikuti perubahan industri menjadi bagian dari upaya membangun daya tarik baru.

Hongqi menargetkan penjualan sekitar 500.000 kendaraan pada 2025, yang separuhnya diharapkan berasal dari kendaraan listrik dan plug-in hybrid, Dan di luar China merek tersebut mulai memperluas jejaknya, dengan pengiriman gelombang pertama 600 sedan dan SUV listrik ke Eropa pada November 2024. Angka-angka itu membuat E-HS9 memiliki konteks yang lebih luas daripada sekadar sebuah produk baru, sebab SUV listrik tersebut muncul ketika Hongqi sedang mengubah dirinya dari merek yang selama puluhan tahun berakar kuat di pasar domestik menjadi merek yang ingin memiliki tempat di pasar otomotif internasional.

Dorongan keluar dari China semakin jelas hingga pada 27 April 2026 Hongqi mulai menjual tiga model SUV di Asia Tenggara pada paruh kedua tahun tersebut, yakni E-HS9, EHS5, dan sebuah SUV global baru, dengan ketiganya disiapkan dalam versi setir kanan untuk pasar yang membutuhkannya dengan target ekspansi ke lebih dari 110 negara dan wilayah dengan jaringan lebih dari 650 dealer pada 2028.

Langkah itu memperlihatkan bahwa ekspansi Hongqi bukan sekadar upaya mencari pasar tambahan, tetapi bagian dari strategi yang lebih besar untuk menjadikan kendaraan energi baru sebagai salah satu kendaraan utama pertumbuhan merek di luar China. Sementara pada tahun ini Hongqi sedang menjajaki kemungkinan menggunakan fasilitas Stellantis di Spanyol untuk produksi kendaraan sebagai bagian dari ekspansi Eropa, meskipun pembicaraan tersebut masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan final.

Namun Reuters melaporkan Hongqi mentargetkan penjualan global satu juta kendaraan per tahun pada 2030, dengan sedikitnya 10 persen berasal dari luar China. Artinya, ketika E-HS9 muncul di Indonesia, kendaraan itu berada di tengah perjalanan internasional yang sedang dibangun Hongqi, bukan berdiri sebagai proyek yang terpisah dari strategi global merek tersebut.

Indonesia menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan itu karena pasar otomotif nasional sedang mengalami perubahan yang memberikan ruang semakin besar bagi produsen China.
Kedatangan Hongqi di tanah air berlangsung ketika konsumen Indonesia semakin akrab dengan merek otomotif China, dimana kendaraan listrik menjadi pendorong utama ekspansi produsen otomotif China di Indonesia.

Pada saat yang sama, penjualan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia juga mengalami pertumbuhan. Merek-merek China menjadi pemain penting dalam perkembangan tersebut, sehingga konsumen Indonesia kini memiliki pilihan kendaraan listrik yang jauh lebih beragam dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.


Journalist : Djoni Satria

Published

on

Auto Review23 hours ago

Stylo Sound Ride Satukan Semangat Berkendara Dengan Gaya Komunitas Sepeda Motor Honda

Auto Review24 hours ago

Marco Bezzecchi Naik Podium, Jorge Martín Tetap Di Puncak Klasemen Di Aragón,

Auto Review2 days ago

Hongqi E-HS9 Segmen Premium Model Pembuka Yang Bawa identitas Berbeda

Auto Review2 days ago

Hongqi E-HS9 Kendaraan Listrik Kenegaraan Yang Siap Masuk Pasar Global

Auto Review3 days ago

Isuzu Tunjukan Pertumbuhan Bisnis yang Kuat Sepanjang GIIAS 2026

Auto Review3 days ago

479 starter Berebut Waktu Tercepat Di Pertamax Turbo Drag Fest 2026

Auto Review4 days ago

Komitmen Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik Indomobil e-motor Hadir Diajang The 8th Indonesia Autovaganza 2026

Auto Review5 days ago

Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 Hadirkan Rocky e-Smart Hybrid Untuk Masyarakat Batam

Auto Review6 days ago

Tiga Pereli Andalan SWRT Siap Lanjutkan Tren Positif Di Putaran 3 Kejurnas Sprint Rally 2026

Daihatsu Rocky Hybrid untuk Road Trip, Seberapa Irit Konsumsi Bensinnya?
Uncategorized6 days ago

Daihatsu Rocky Hybrid untuk Road Trip, Seberapa Irit Konsumsi Bensinnya?

Auto Review6 days ago

Meski Tampil Perdana TGRI Naik Podium Ketiga Di Kelas GT4 Pro Am Seri 5 The Super Series 2026 Di Sepang Malaysia

Uncategorized7 days ago

judul

Auto Review7 days ago

Defender Vertex Lakukan Penyegaran Agar Terkesan Tangguh Dan Premium Tanpa Kurangi Kemampuan Off-road

Auto Review1 week ago

Toyota Raih 6.175 SPK Diajang GIIAS 2026 Yang Didominasi Elektrifikasi Sebesar 56%

Auto Review1 week ago

VinFast Hadirkan Pengalaman Elektrifikasi Menyeluruh Diajang GIIAS 2026 Surabaya

Auto Review1 week ago

Auto2000 Raih Penghargaan Top Brand Award 2026 Sebagai Dealer Otomotif Yang Dipercaya Pelanggan

Auto Review2 weeks ago

1.200 Paket Sembako Senilai Rp 180 Juta Di Salurkan FIFGroup Untuk Korban Bencana NTT Melalui 6 Posko

Auto Review2 weeks ago

Sukses Tampil Di GIIAS 2026 Leapmotor Hadir Kembali Di Indomobil Expo Medan

Auto Review2 weeks ago

MG Motor Hadir Di Berbagai Lokasi Strategis Agar Masyarakat Lebih Dekat Dengan Inovasi Kendaraan Yang Di Produksinya

Auto Review2 weeks ago

PT TAM Bukukan Total 6.175 SPK Selama 11 Hari Pameran GIIAS 2026

Auto Review2 weeks ago

Surabaya Siap Gelar GIIAS Guna Perkenalkan Perkembangan Teknologi Otomotif Terbaru Kepada Masyarakat Jawa Timur

Auto Review2 weeks ago

Kolaborasi Atlas Dengan KIA Indonesia Hadirkan Layanan Purna Jual Yang Modern Dan Relevan Dengan Kebutuhan Konsumen

Auto Review2 weeks ago

GWM TANK 300 DIESEL Berhasil Taklukkan 2.000 Km Trek Rally Berat Diajang AXCR 2026

Auto Review2 weeks ago

VinFast Jalin Kemitraan Dengan Gowa Motor Group Untuk Kembangkan Jaringan Dealer Di Seluruh Indonesia

Auto Review2 weeks ago

Sukses Di GIIAS 2026 OLXmobbi Lanjut Dengan Program Bertajuk KEJUTAN