Auto Review
Hongqi E-HS9 Segmen Premium Model Pembuka Yang Bawa identitas Berbeda

Autoplus.id, Jakarta — Berdasarkan data Gaikindo penjualan kendaraan merek China di Indonesia melonjak 82% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 94.971 unit pada periode Januari – Juli 2026, dimana pertumbuhan tersebut terjadi di tengah pemulihan pasar otomotif nasional.
Konteks tersebut membuat posisi Hongqi menjadi menarik. Ia tidak datang sebagai merek China pertama yang mencoba membangun pasar kendaraan listrik di Indonesia, tetapi sebagai merek yang membawa identitas berbeda dan memilih masuk melalui segmen premium dengan E-HS9 sebagai model pembuka.
Pilihan itu sekaligus membawa tantangan tersendiri karena Hongqi harus memperkenalkan nama yang memiliki sejarah panjang di China kepada konsumen Indonesia yang tidak memiliki hubungan historis yang sama dengan merek tersebut.
Hongqi pernah menjadi kendaraan yang membawa pemimpin negara sementara di Indonesia, konsumen harus menemukan sendiri alasan mengapa sejarah tersebut membuat sebuah SUV listrik layak dipertimbangkan. Di sinilah desain E-HS9 memperoleh peran penting.
Hongqi tidak mencoba menyembunyikan masa lalunya. Sebaliknya, identitas tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa desain yang disebut Signature Noble Design, dengan inspirasi dari estetika Timur yang kemudian diwujudkan melalui bentuk kontemporer.

Pada E-HS9, pendekatan itu terlihat dari proporsi Taihe yang menekankan harmoni dan keseimbangan, sementara bagian depan menggunakan signature waterfall grille yang menurut Hongqi mengambil inspirasi dari pegunungan dan aliran air.
Garis merah ikonik yang menjadi ciri merek ditempatkan sebagai elemen visual yang menghubungkan kendaraan modern tersebut dengan identitas Hongqi yang telah dibangun selama puluhan tahun. Dengan panjang 5.209 milimeter dan wheelbase 3.110 milimeter, E-HS9 hadir sebagai SUV berukuran penuh dengan konfigurasi enam kursi dalam susunan 2+2+2.
Sistem dual electric motors dan intelligent all-wheel drive menjadi bagian dari arsitektur penggeraknya, sementara adaptive air suspension digunakan untuk mendukung karakter berkendara yang ingin ditawarkan Hongqi.
Dalam bentuk seperti itu, warisan Hongqi tidak hadir sebagai ornamen sejarah semata. Ia diterjemahkan menjadi proporsi, garis, dan karakter kendaraan, kemudian dipertemukan dengan teknologi yang menjadi bagian dari perubahan industri otomotif global.
Andrew Nasuri, Director of Indomobil Group mengatakan, “Desain E-HS9 mencerminkan upaya Hongqi menerjemahkan warisan merek ke dalam bentuk yang modern dan relevan.”
“Desain E-HS9 mencerminkan bagaimana Hongqi menerjemahkan warisan yang telah menjadi bagian dari identitasnya selama puluhan tahun ke dalam sebuah bentuk yang modern dan relevan,” jelas Andrew.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan persoalan utama yang sedang dihadapi Hongqi, bagaimana membuat sejarah tetap bernilai ketika sebuah merek berpindah dari lingkungan yang mengenalnya sebagai simbol negara menuju pasar yang menilainya berdasarkan produk.

Perjalanan Hongqi pada akhirnya memperlihatkan perubahan besar dalam industri otomotif China. Merek yang pernah menjadi representasi kemampuan industri nasional kini harus berhadapan dengan logika pasar yang berbeda, ketika konsumen memiliki banyak pilihan dan sebuah mobil harus memenangkan pertimbangan bukan karena siapa yang pernah menggunakannya, tetapi karena apa yang ditawarkan kepada pemiliknya.
Dalam konteks itu, lonjakan penjualan Hongqi dari kurang dari 5.000 unit pada 2017 menjadi sekitar 412.000 unit pada 2024. Ini bukan sekadar catatan pertumbuhan, melainkan bukti bahwa sebuah merek yang pernah berada di titik kemunduran mampu menemukan kembali ruangnya melalui kombinasi desain baru, perluasan produk, SUV, dan elektrifikasi.
Tantangan ke depan Hongqi harus membuktikan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya berlaku di China, sementara pasar luar negeri memiliki karakter konsumen, merek pesaing, dan ekspektasi yang berbeda. Asia Tenggara menjadi salah satu wilayah yang dibidik, dan Indonesia menjadi bagian dari peta tersebut.
E-HS9 dapat dibaca sebagai lebih dari sekadar flagship SUV listrik yang baru diperkenalkan. Ia merupakan titik pertemuan antara masa lalu dan masa depan Hongqi sebuah merek yang lahir pada 1958 sebagai bagian dari proyek industri China, pernah menjadi mobil kenegaraan, kemudian mengalami kemunduran ketika persaingan global masuk ke pasar domestik, sebelum bangkit kembali dengan identitas luxury modern dan kini mencoba membawa kendaraan listriknya ke pasar dunia.
Di Indonesia, perjalanan panjang itu bertemu dengan konsumen yang sedang menyaksikan perubahan besar dalam industri otomotif nasional. Merek China semakin banyak, kendaraan listrik semakin dikenal, dan batas antara pemain lama dengan pendatang baru semakin berubah.
Hongqi datang membawa sejarah yang panjang, tetapi sejarah itu sendiri tidak cukup untuk memenangkan pasar. Pada akhirnya, sebuah merek yang dahulu membawa pemimpin negara harus menghadapi pertanyaan yang jauh lebih sederhana ketika masuk ke garasi konsumen biasa.
Apakah mobil yang pernah menjadi simbol sebuah negara kini mampu menjadi simbol kemewahan yang diinginkan konsumen di negara lain? Mungkin E-HS9 adalah salah satu jawaban yang sedang dicoba Hongqi.
Journalist : Djoni Satria





























