Auto Review
Lakukan Perawatan Berkala Agar Mesin Kendaraan Tetap Prima Tanpa Menunggu Rusak

Autoplus.id, Tangerang — “Perawatan berkala perlu dilihat sebagai investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, dan bukan hanya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan.” ujar Mulianto, Tim Brand Owner Pertamina Fastron dalam acara talks show yang di laksanakan di booth Pertamina yang berada di Hall 6 No. 6B Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang pada Sabtu (1/8).
Mulianto menambahkan, “Kondisi mesin yang terawat dapat membantu menjaga pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen mesin menjadi lebih panjang, dengan begitu, pemilik kendaraan dapat menekan biaya operasional secara keseluruhan.”
Tingginya biaya operasional mendorong pemilik kendaraan mencari solusi untuk menekan pengeluaran dengan mengurangi konsumsi bahan bakar, sementara efisiensi kendaraan tidak hanya ditentukan oleh Bahan Bakar Minyak (BBM) tetapi juga oleh kondisi mesin kendaraan tersebut.
“Mesin yang tidak dirawat dipastikan bekerja kurang optimal sehingga meningkatkan konsumsi BBM sekaligus memperbesar risiko kerusakan.” jelas Mulianto.
Mesin diesel modern saat ini telah memiliki berbagai komponen yang saling berkaitan untuk menentukan performa maksimal. Ketika salah satu tidak bekerja dengan baik, efisiensi mesin dapat terpengaruh, oleh karena itu, perawatan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga kendaraan diesel supaya tetap bekerja secara optimal.
Untuk itu Mulianto memberikan beberapa tips bagaimana melakukan perawatan untuk kendaraan bermesin diesel, Pertama Lakukan penggantian filter bahan bakar secara berkala dimana filter bahan bakar berfungsi menyaring kontaminan sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi. Filter yang kotor dapat mengganggu suplai bahan bakar sehingga mempengaruhi performa mesin.
Untuk itu gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan, penggunaan bahan bakar yang sesuai spesifikasi membantu menjaga proses pembakaran berlangsung optimal sekaligus melindungi komponen sistem injeksi yang bekerja pada tekanan tinggi.

Selanjutnya jangan tunda penggantian oli dan filter oli, dalam hal ini oli berfungsi melumasi, mendinginkan, sekaligus melindungi komponen mesin dari keausan, dan mampu mengkondisikan jelaga sisa pembakaran.
Sementara fungsi filter oli menyaring sedimen atau kotoran yang ada di oli, filter yang kotor dapat mengganggu sirkulasi oli yang ada pada mesin sehingga kinerja pelumasan tidak optimal.
Bersihkan saluran injeksi dan ruang bakar setelah kendaraan menempuh sekitar 20.000 kilometer, pembersihan saluran injeksi dan ruang bakar (purging) disarankan dilakukan untuk menjaga proses pembakaran tetap optimal dengan menggunakan cairan pembersih non-korosif.
Perawatan Turbocharger dan Idling guna menjaga performa dengan selalu melakukan idling selama 2-5 menit sebelum mesin dimatikan sehingga turbocharger tetap bekerja dengan optimal dan usia pakai menjadi lebih panjang.
Perhatikan juga sistem pendingin mesin dengan melakukan pengurasan sistem pendingin setelah kendaraan menempuh sekitar 40.000 kilometer. Mesin diesel bekerja pada temperatur tinggi sehingga sistem pendingin harus selalu dalam kondisi optimal. Penggantian coolant membantu mencegah overheat dan kerusakan.
Selain tips di atas, menggunakan oli dengan spesifikasi dan kekentalan yang direkomendasikan pabrikan juga penting. Oli untuk kendaraan diesel dirancang untuk bekerja mengikuti karakteristik mesin diesel modern sehingga mampu memberikan perlindungan optimal, menjaga kebersihan mesin, serta mendukung efisiensi bahan bakar.
Salah satunya adalah Pertamina Fastron Diesel SAE 5W-30, oli fully synthetic dengan spesifikasi ACEA A5/B5 yang dirancang untuk memberikan perlindungan optimal pada mesin sekaligus mendukung efisiensi berkendara.
Di tengah meningkatnya biaya operasional kendaraan diesel, perawatan mesin bukan lagi sekadar rutinitas. Perawatan berkala dan penggunaan oli yang sesuai spesifikasi membantu menjaga performa mesin, mempertahankan efisiensi bahan bakar, serta mengurangi risiko kerusakan yang dapat menimbulkan biaya perbaikan lebih besar di kemudian hari.






























