Auto Review
Green SM Berkolaborasi Dengan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Untuk Perjalanan Lebih Bersih Dan Nyaman

Autplus.id, Jakarta — Dengan meningkatnya kebutuhan akan perjalanan yang lebih bersih dan nyaman, terutama bagi penumpang yang ingin bepergian dari dan menuju stasiun Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) terminal Halim Jakarta mobilitas listrik mulai memainkan peranan.
Dalam hal ini Green SM Indonesia sebuah moda transportasi yang menggunakan kendaraan listrik mulai Kamis (18/12) resmi beroperasi di stasiun Kereta Cepat Indonesia – China (KCIC) atau Whoosh terminal Halim Jakarta.
Layanan ini beroperasi dari area penjemputan khusus di dalam kawasan stasiun, memungkinkan transisi perjalanan yang lebih praktis dan bebas repot.
Selain mempertimbangkan faktor lingkungan, faktor operasional turut menentukan efektivitas layanan first-mile dan last-mile.
Selain kendaraan Green SM yang melayani Stasiun Whoosh Halim tidak terdampak kebijakan ganjil-genap Jakarta, sehingga membantu mengurangi ketidak pastian waktu tempuh, terutama pada jam sibuk ketika kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun meningkat.
Kehadiran taksi listrik di Stasiun Whoosh Halim selaras dengan karakter kereta cepat yang sepenuhnya bertenaga listrik.
Jika elektrifikasi kereta mampu menekan emisi secara signifikan dalam perjalanan antarkota, maka perluasan mobilitas listrik memungkinkan manfaat tersebut berlanjut setelah penumpang meninggalkan stasiun.
Dengan demikian, pengalaman perjalanan rendah emisi dapat dirasakan secara lebih menyeluruh, dari awal hingga akhir perjalanan.
Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjawab kebutuhan penumpang yang mengutamakan waktu, kenyamanan, dan tanggung jawab lingkungan.
Seiring perjalanan kereta yang semakin cepat dan efisien, perhatian juga perlu diberikan pada pengalaman penumpang setelah turun dari kereta.

“Melalui kolaborasi Green SM dengan Stasiun Whoosh Halim, kami ingin mendukung perjalanan yang lebih mulus sejak penumpang tiba hingga mencapai tujuan akhir. Kami berharap setiap perjalanan bersama Green SM terasa nyaman dan menyenangkan, khususnya di momen libur akhir tahun ketika mobilitas masyarakat meningkat,” ujar Deny Tjia.
Pada kesempatan yang sama General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan bahwa KCIC terus berupaya untuk menunjukkan komitmennya terhadap energi terbarukan dan transportasi hijau melalui beberapa inisiatif.
Salah satunya dengan menggandeng Green SM sebagai moda transportasi lanjutan yang ramah lingkungan.
“KCIC memandang pengembangan kereta cepat tidak dapat dipisahkan dari penguatan konektivitas first-mile dan last-mile yang berkelanjutan.
Kolaborasi dengan Green SM ini menjadi bagian dari komitmen KCIC dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang konsisten, ramah lingkungan, dan nyaman dari stasiun hingga tujuan akhir penumpang,” Eva menambahkan.
Seluruh armada Green SM menggunakan 100% mobil listrik VinFast yang menghasilkan nol emisi knalpot dan tingkat kebisingan lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.
Penggunaan kendaraan listrik VinFast, yang didukung oleh standar kondisi armada yang terjaga serta pengelolaan mitra pengemudi yang profesional, menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih tenang, bersih, dan konsisten.
Sistem tarif yang transparan melalui aplikasi, serta alur layanan yang jelas dan dapat diprediksi, menjadikan Green SM sebagai pilihan mobilitas yang praktis, andal, dan ramah lingkungan untuk kebutuhan perjalanan perkotaan sehari-hari.
Sebagai bagian dari peluncuran layanan di Stasiun Whoosh Halim, Green SM menghadirkan promo diskon 15% hingga Rp 50.000,- untuk perjalanan menuju dan dari stasiun Whoosh Halim.
Pengguna baru juga dapat menikmati total potongan hingga Rp 150.000,-melalui program promo awal, sebagai upaya mendorong lebih banyak masyarakat beralih ke transportasi yang nyaman dan ramah lingkungan.
Seiring Jakarta terus berinvestasi dalam sistem transportasi yang lebih bersih, fokus pembangunan mobilitas tidak lagi semata tentang mempercepat perpindahan antarkota. Kini, perhatian juga tertuju pada bagaimana setiap tahap perjalanan dari awal sampai akhir dapat mencerminkan standar efisiensi, kenyamanan, dan tanggung jawab lingkungan yang sama.






























