Berita
Bosch Indonesia Berkolaborasi Dengan PNJ Persiapkan Talenta Vokasi Yang Siap Hadapi Tuntutan Industri 4.0

Autoplus.id Jakarta — Melalui Divisi Power Tools, Bosch Indonesia berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang dilaksanakan melalui kerjasama untuk memperkenalkan lini terbaru Electrical Measurement Tools, sekaligus menghadirkan pembelajaran berbasis praktik melalui edukasi, demonstrasi produk, dan penyediaan alat kerja kelistrikan berstandar industri di lingkungan kampus PNJ.
Acara yang berlangsung di Auditorium lantai 3 PNJ Komplek Universitas Indonesia Depok pada Rabu (23/9) bertujuan untuk menjawab kebutuhan tersebut dalam menyiapkan talenta vokasi yang siap menghadapi tuntutan Industri 4.0.
Perkembangan teknologi dan tuntutan produktivitas membuat kebutuhan tenaga kerja industri tidak lagi hanya bertumpu pada keterampilan teknis. Pemahaman terhadap penggunaan alat yang tepat, akurat, dan aman juga semakin penting untuk mendukung praktik kerja profesional.
Kolaborasi ini juga bertujuan untuk memperluas edukasi mengenai pentingnya safety mindset dan membangun kesadaran K3 (keselamatan dan keamanan kerja) bagi mahasiswa vokasi sejak dini, dimana pengenalan Teknologi Industri seperti perangkat dan teknologi profesional terbaru dari Bosch selaras dengan kebutuhan dunia kerja nyata atau link and match antara dunia pendidikan vokasi dan industri.

Dalam kesempatan ini PT Bosch Indonesia mulai memperkuat pasar di industri kelistrikan dengan meluncurkan tiga buah alat ukur digital terbaru seperti multimeter GDM600-15, clamp meter GMC600-15, dan fog meter GFM1000-15 yang nyasar ke pengguna profesional.
Dalam kesempatan yang sama mahasiswa PNJ memperoleh perspektif langsung dari Bosch mengenai perkembangan alat kerja profesional, keselamatan kerja dan kompetensi yang semakin dibutuhkan industri mulai dari panel maker (pembuat panel) hingga pengelola data center (pusat data) serta menyaksikan penerapannya dalam praktik kerja kelistrikan, serta mencoba langsung produk melalui simulasi penggunaan.
“Industri kelistrikan menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki pasar besar dan potensial. Begitu kami memutuskan untuk berinvestasi di satu hal, itu pasti kami sudah melakukan berbagai macam pertimbangan, terutama salah satunya dari sisi pangsa pasar,” ujar Maharlika Kumastyo, Marketing Manager for Bosch Power Tools Bosch Indonesia dalam sambutannya.
Menurutnya Bosch melihat kebutuhan peralatan kelistrikan tidak hanya berasal dari industri yang bergerak khusus di sektor tersebut tetapi melihat produk kelistrikan dapat digunakan untuk menjangkau berbagai sektor industri sekaligus.
Produk-produk baru tersebut memang ditujukan untuk segmen profesional dan industri, bukan pengguna rumahan, untuk itu selain membutuhkan alat ukur seperti multimeter, pengguna di sektor ini juga dapat membutuhkan mesin gerinda, mesin potong, hingga aksesori. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Bosch untuk menawarkan berbagai kebutuhan peralatan dalam satu ekosistem produk.
Selain panel maker, alat ukur kelistrikan Bosch juga dapat digunakan untuk kebutuhan di data center, konstruksi gedung perkantoran, hingga pabrik. Bosch membedakan produk untuk pengguna profesional dan rumahan melalui lini produknya.
Produk Bosch berwarna biru ditujukan untuk pengguna profesional, sedangkan produk berwarna hijau untuk kebutuhan rumah tangga. Untuk produk profesional, pemasaran dilakukan melalui berbagai kanal distribusi, termasuk distributor, toko, e-commerce, serta distributor yang menjual langsung kepada pengguna akhir dari kalangan perusahaan.

Salah satu fitur yang ditawarkan pada digital multimeter Bosch adalah sistem perlindungan untuk mengantisipasi penggunaan alat pada kondisi yang tidak sesuai. Alat tersebut dilengkapi fuse atau sekering yang dapat putus ketika terjadi penggunaan pada tegangan yang tidak sesuai dengan kategori keamanan alat. Dengan demikian, sistem tersebut ditujukan untuk membantu melindungi alat dari kerusakan akibat kesalahan penggunaan.
“Perlindungan tersebut membuat alat lebih tahan terhadap debu dan percikan air sehingga sesuai digunakan di area kerja yang kondisinya tidak selalu dapat diprediksi.” jelas Maharlika
Bosch memberikan pilihan sumber daya melalui sistem dual power. Selain baterai alkaline, perangkat dapat menggunakan baterai lithium 3,7 volt yang dapat diisi ulang. Fitur lainnya terdapat pada tampilan layar yang menggunakan latar belakang hitam dengan tulisan putih agar informasi pada layar lebih mudah terlihat dalam kondisi lingkungan kerja tertentu.
Ketiga unit produk yang terdiri dari digital multimeter, clamp meter, dan fog meter tersebut di serahkan ke PNJ saat acara peluncuran yang sekaligus menjadi bagian dari kerja sama Bosch dengan PNJ untuk mendukung kegiatan pembelajaran mahasiswa.

Sedangkan dari divisi Hand Tools, Bosch menyerahkan dua unit peralatan yang diharapkan dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat dibawa ketika mereka memasuki dunia kerja.
Pemilihan PNJ sebagai lokasi peluncuran juga berkaitan dengan latar belakang pendidikan vokasi dan bidang teknik yang dinilai sesuai dengan kebutuhan industri. Sebelumnya, Bosch telah meluncurkan produk kelistrikan lainnya, yakni non-contact voltage tester GVD1017 pada 2025.
Penguatan lini kelistrikan tersebut menjadi bagian dari upaya Bosch melengkapi portofolio produknya sekaligus memperluas jangkauan ke industri yang membutuhkan solusi peralatan kelistrikan.
Dengan bertambahnya lini tersebut, Bosch tidak hanya mengandalkan pasar power tools untuk pekerjaan pertukangan, tetapi juga membidik kebutuhan berbagai sektor profesional yang menggunakan peralatan kelistrikan dalam aktivitas industrinya.





























