Auto Review
Mitsubishi Miliki 3 Fitur Yang Bikin BBM Efisien, Simak Penuturannya

Autoplus.id, Jakarta – Perjalanan jauh dengan mobil bukan hanya soal seberapa besar kapasitas bahan bakar yang tersedia di dalam tangki. Cara kendaraan bekerja selama perjalanan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penggunaan bahan bakar.
Pada mobil Mitsubishi Motors, terdapat sejumlah fitur yang disebut membantu efisiensi BBM ketika kendaraan digunakan dalam perjalanan jauh. Tiga di antaranya adalah Continuously Variable Transmission (CVT), Eco Indicator, dan Throttle by Wire.
Ketiganya memiliki fungsi yang berbeda. Ada yang bekerja pada sistem transmisi, ada yang memberikan panduan kepada pengemudi melalui panel instrumen, sementara satu lainnya berada pada sistem pedal gas dan bekerja melalui sensor elektronik serta ECU.
Bagi pengemudi, keberadaan fitur-fitur tersebut mungkin tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, masing-masing memiliki cara kerja yang berkaitan dengan bagaimana kendaraan menghasilkan dan mempertahankan pergerakan selama digunakan.
Transmisi Continuously Variable Transmission (CVT), menurut Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), jenis transmisi ini dirancang salah satunya untuk mengoptimalkan efisiensi BBM. Di dalam konstruksi girboks CVT terdapat komponen utama berupa pulley set dan belt atau sabuk baja yang membentuk rasio gigi.
Konstruksi tersebut memungkinkan mesin menjaga momentum putaran pada berbagai rentang kecepatan. Dengan demikian, pemakaian BBM dapat menjadi lebih irit.

Cara kerja tersebut membuat transmisi bukan sekadar menjadi bagian yang meneruskan tenaga dari mesin ke kendaraan. Di dalam konstruksinya terdapat mekanisme yang memungkinkan rasio gigi terbentuk melalui pulley set dan belt.
Ketika kendaraan digunakan dalam perjalanan jauh, kemampuan menjaga momentum putaran mesin pada berbagai rentang kecepatan menjadi bagian yang disebut MMKSI berkaitan dengan efisiensi penggunaan bahan bakar.
Untuk mobil penumpang Mitsubishi Motors, transmisi CVT digunakan pada keluarga New Xpander, New Xpander Cross, serta XFORCE.
Sedangkan Eco Indicator memiliki bentuk yang jauh lebih mudah dikenali pengemudi, berbeda dengan CVT yang berada pada sistem transmisi. Eco Indicator berfungsi sebagai indikator panduan yang bentuknya berupa gambar daun yang menyala ketika mobil melaju dengan konsumsi bahan bakar yang efisien atau tidak boros.
Indikator tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi berkendara yang sedang dilakukan. Dalam kondisi tertentu, Eco Indicator akan menyala ketika pedal gas ditekan secara lembut atau ketika putaran mesin berada dalam kondisi konstan dan tidak terlalu tinggi.
Dengan demikian, fitur ini berkaitan langsung dengan cara pengemudi mengoperasikan kendaraan. Pengemudi dapat memantau indikator tersebut melalui panel spidometer karena Eco Indicator memang terintegrasi pada panel tersebut agar lebih mudah dipantau.
Kehadiran indikator ini membuat efisiensi BBM tidak hanya menjadi urusan sistem kendaraan. Cara pengemudi mengoperasikan pedal gas juga menjadi bagian yang dapat dipantau melalui indikator tersebut.
MMKSI menyebut Eco Indicator dihadirkan sebagai pemandu gaya berkendara agar tetap hemat bahan bakar. Fitur ini disebut tersedia pada seluruh mobil Mitsubishi Motors modern.
Jika CVT dan Eco Indicator relatif lebih mudah dikenali berdasarkan fungsi dan tampilannya, fitur ketiga justru berada pada bagian yang jarang terekspos, yakni Throttle by Wire.

Fitur ini terdapat pada sistem pedal gas. Fungsinya menggantikan kabel gas sebagai sarana buka-tutup katup throttle body, komponen yang menyalurkan udara ke ruang bakar.
Pada kendaraan yang menggunakan Throttle by Wire, tidak lagi terdapat kabel gas yang terbentang dari pedal gas menuju throttle body. Perannya digantikan oleh sensor elektronik yang menggerakkan actuator pada throttle body dan kinerjanya terhubung dengan ECU.
Cara kerjanya berlangsung ketika pengemudi menginjak pedal gas. ECU akan memasukkan data dari sensor yang terhubung dengan pedal gas, termasuk informasi mengenai tinggi-rendahnya pijakan pedal gas.
Data tersebut kemudian menjadi bagian dari proses kerja sistem kendaraan. Dalam penjelasan MMKSI, sistem tersebut membuat pergerakan kendaraan lebih efisien dan bertenaga serta tidak ada energi gerak yang terbuang sia-sia.
Di sinilah Throttle by Wire menjadi salah satu fitur yang mungkin tidak banyak terlihat oleh pengemudi, tetapi bekerja pada bagian yang berhubungan langsung dengan pedal gas. Untuk membantu efisiensi maksimal ketika berkendara konstan, MMKSI juga menyebut putaran mesin sebaiknya dijaga pada rata-rata 2.000–2.500 rpm. Fitur Throttle by Wire sendiri terdapat pada seluruh mobil penumpang Mitsubishi Motors.
Ketiga fitur tersebut memiliki fungsi yang berbeda, tetapi semuanya ditempatkan dalam konteks yang sama, yakni membantu efisiensi BBM ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan jauh. CVT bekerja melalui konstruksi transmisi dengan pulley set dan belt untuk membentuk rasio gigi dan menjaga momentum putaran mesin pada berbagai rentang kecepatan.
Eco Indicator hadir sebagai panduan yang dapat dipantau pengemudi melalui panel spidometer. Sementara itu, Throttle by Wire bekerja pada sistem pedal gas dengan sensor elektronik, actuator, dan ECU. Artinya, efisiensi tidak hanya berkaitan dengan satu bagian kendaraan. Ada fitur yang bekerja pada transmisi, ada yang membantu pengemudi memantau gaya berkendara, dan ada pula yang bekerja pada sistem pedal gas.
Ketiganya menjadi fitur yang disebut MMKSI dapat membantu penggunaan BBM secara lebih efisien, terutama ketika mobil digunakan dalam perjalanan jauh.
Bagi pemilik mobil Mitsubishi Motors yang hendak melakukan perjalanan panjang, keberadaan fitur tersebut sekaligus menjadi bagian dari kendaraan yang dapat dikenali dan dimanfaatkan sesuai fungsinya.
Journalist: Djoni Satria





























